Jumat, 26 Januari 2018

           Desa Kranggan Barat merupakan bagian dari deretan desa di kecamatan Tanah Merah. Dengan jumlah penduduk + 2972 jiwa yang tersebar ke 6 dusun. Masyarakat setempat memiliki mata pencaharian yang beragam. Ada yang menjadi petani padi, jagung, dan kacang, ada juga yang berprofesi menjadi pengerajin kasur tradisional.
Kerajinan kasur Kranggan Barat sudah turun temurun sejak dulu dan sudah dikenal sebagai desa pengerajin kasur tradisional dan pemasarannya sampai ke luar kabupaten seperti Pamekasan dan Sumenep. Namun seiring perkembangan zaman yang semakin modern, kasur kapuk tradisional mulai banyak ditinggalkan oleh konsumen karena persaingan yang ketat dari kasur-kasur modern seperti kasur spons, springbed, dan lain-lain.
            Walaupun kasur kapuk tradisional sudah banyak ditinggalkan, tapi pengerajin kasur kapuk masih bertahan sampai sekarang karena sudah menjadi profesi turun temurun dari kakek buyut. Kualitas kasur kapuk Kranggan Barat cukup baik karena dikerjakan manual menggunakan tangan yang dikerjakan dengan teliti dan hati-hati. Bukan hanya kasur kapuk yang dihasilkan, tetapi juga ada bantal dan guling kapuk. Karena kurang nyaman kalau tidur tidak menggunakan bantal dan guling.
Saat kita memasuki Kranggan Barat, kita akan sering melihat rumah-rumah yang menjadi produsen kasur, terutama di Dusun Musanggar. Walaupun banyak pengerajin kasur, namun pengerajin kasur kapuk Kranggan Barat memproduksi hanya saat ada pesanan saja. Karena peminat kasur kapuk semakin berkurang. Sangat disayangkan juga para pengerajin belum mampu menghasilkan bahan baku sendiri. Biasanya mereka memasok kapuk dari Kecamatan Galis dan bahkan sampai ke Kabupaten Pasuruan.

            Upaya untuk membangkitkan lagi kejayaan kasur kapuk tradisional Kranggan Barat dilakukan oleh mahasiswa KKN UTM yang melaksanakan KKN di Kranggan Barat. Upaya tersebut dilakukan dengan kerjasama antara mahasiswa KKN UTM dengan para pengerajin kasur kapuk Kranggan Barat. Yaitu dengan pembuatan brand (merek) yang selama ini belum ada. Pengerajin kasur kapuk setuju dengan pemberian merek dagang “Telloka” yang merupakan terjemahan dari Bahasa madura yang berarti 3 K (Kampung Kasur Kapuk). Pemberian merek dagang tersebut bertujuan bahwa kasur merek “Telloka” adalah kasur asli Kranggan Barat dengan kualitas original Desa Kranggan Barat.






0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive