Selasa, 30 Januari 2018


Desa Kranggan Barat merupakan desa sentra kasur kapuk tradisional yang sudah banyak dikenal masyarakat luas. Namun seiring perkembangan zaman, persaingan semakin ketat. Karena produk-produk kasur modern lebih diminati oleh masyarakat. Walaupun begitu pengrajin kasur kapuk Kranggan Barat masih bertahan hingga kini. Dengan produksi yang masih berjalan tentu banyak sekali limbah yang dihasilkan, terutama kulit randu yang biasanya dibuang atau sekedar dibakar begitu saja. Perlu adanya gebrakan baru agar kulit kapuk dapat dimanfaatkan oleh warga terutama pengrajin kasur. Hingga munculah ide dari mahasiswa KKN UTM untuk memanfaatkan kulit randu sebagai energi alternatif dalam bentuk briket. Tidak sulit untuk mengubah kulit randu menjadi briket. Bahan-bahan pembuatan briket kulit randu mudah didapat. Proses pembuatannya sangat sederhana, hanya untuk proses pengeringan yang membutuhkan waktu cukup lama.
Alat dan bahan:
1.        Kulit randu
2.        Serbuk kayu
3.        Tepung kanji
4.        Air
5.        Kaleng atau drum solar atau sejenisnya
6.        Wadah untuk mengaduk adonan.
7.        Cetakan (bisa menggunakan apa saja sesuai selera maupun ukuran)
 Proses pembuatan:
1.        Potong kecil-kecil kulit randu jika memakai wadah pembakaran kecil.
2.        Kemudian bakar kulit randu hingga menjadi arang (jangan sampai menjad abu).
3.        Kemudian haluskan menggunakan lesung atau sejenisnya.
4.        Setelah dihaluskan, kemudian diayak.
5.        Kemudian campur dengan serbuk kayu dengan perbandingan 1:1 ke dalam wadah.
6.   Rebus tepung kanji dengan air secukupnya hingga mendidih (sebagai perekat), kemudian dinginkan.
7.       Campur tepung kanji yang sudah direbus ke dalam wadah yang berisi campuran kulit randu halus dan serbuk kayu.
8.        Kemudian aduk hingga tercampur rata.
9.        Setelah itu, cetak ke dalam cetak sesuai selera.
10.    Kemudian jemur hingga benar-benar kering (2-3 hari).

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive